Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Prosa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Februari 2012

Bunga-bunga Kecil Pemberianmu


Di depan jendela, aku melihat sebatang pohon, berdiri kokoh tak berdaun, di mana kenangan masih hinggap pada rantingnya–dan kanak, bernyanyi riang bagai anak burung belajar terbang. Aku tersenyum membayangkan kaupernah memendam banyak memori di sana–dan menanam bunga-bunga di hatiku nan senyap.

Putri kecil kini beranjak dewasa, bagai kuntum merekah, di dekat sungai mengalir. Waktu menjelma langit, air perlahan membutir di balik gugusan awan–salju turun meski musim telah berganti. Di bawah mendung, kau teringat kembali pada ia, tuan pendongeng, di mana tutur katanya begitu sederhana dan tak terduga. Barangkali sama sepertiku, merindukan mata ayahku. Namun pendongeng dalam kenangmu tentu aku, bukan? Kau hanya tak tahu, kau bagian terindah dalam dongeng ciptaanku.

Hingga pada suatu malam, bintang pun berganti arah–barangkali engkaulah pendongeng terbaik, teruntuk hidupku kelak. Di mana tutur katamu, menjanjikan matahari terbit, menjadi selimut hangat di malam-malam sembab–dan jemari lembutmu menari di jendela, melukis bunga-bunga kecil–di jiwa nan lindap. Barangkali kita tak pernah lagi bertemu. Aku tak tahu, aku hanya punya doa dan engkau harus bahagia di dalamnya.

Semoga kau dapat membacanya, di manapun kau berada. Aku merindukanmu.

— 25 Januari 2012 —
Hujan pun reda, pada lengkung pelangi, aku mengenang matamu nan jelita.

Senin, 12 Juli 2010

Lintang Gerimis Pagi


Selasa, 13 Juli 2010

Daunan merobek layar pada pagi, terbang mengoyak sepi pada diri. Pukul 10.40, laju mobil dan motor kencang berarak, angin menunjukkan barat. Sekalipun diam pada sepenggal jejak, perca kelabu masih menusuk nadi – sepekat ruang berselimut mendung pada rintik.

Hujan mengibas daun, lenggang tak bertepi. Penat jadikan rindu nyata pada jiwa. Luruh air jelma embun di jendela, leburkan nada-nada. Dalam jenak, aku ingin mengeja bait nurani. Terpuisikan.

Entah kapan bisa kulihat lagi, sejuk hujan mengibaskan penat. Istirah. Di peraduan khayal dan mimpi panjang. Ia teduh kala meratap segaris congkak kehidupan, terpiturkan pada kita. Terbangunkan. Melerai jiwa pada amarah dan ketidakdewasaan.

Selarik tuntas pertemuan, terpagutkan kata, aku bertanya, bagaimana menemukan keberanian untuk senantiasa jujur, sedang tak yakin aku lintasi – sepenggal jarak antar kebisuan?

Ucap kata maaf, sungguhpun tak sesukar menerjang badai angkara. Tapi mengapa? Pilu lidahku, merapalkannya?

Rafael Yanuar (13 Juli 2010)

Minggu, 11 Juli 2010

Keranjang Buah


Sangat dekat kehadiranmu di hidupku, hingga retas penatku diteduh matamu. Pun saat senja usiaku, selalu ada sekeranjang buah dari taman hati kau petik, juga segala ranum bulir padi, sampai fajar menyingsing di lengan waktumu. Kembali engkau berkata bahwa cintalah menjadi jawab, lalu aku mendengarmu melantunkan nada dan lagu-lagu.

Kenangan adalah bentuk lain pertemuan, maka kenanglah selagi ada waktu

Hening seakan menunduk malu padaku, dan memanggil pawana - mengabarkan berita, tanpa tahu kesedihan bisa menyemai rindu tak terbatas.

Sendiri

Rafael Yanuar (27 April 2010)

_@_

Perjumpaan

Selarik sajak Khalil Gibran - Kenangan adalah bentuk lain pertemuan :)

Senin, 17 Mei 2010

Kidung Sunyi


Kutemukan getaran yang bernyanyi di reruntuhan hatiku. Mencoba membawaku ke dalam hening yang pekat. Aku terpejam, meresap kecupannya – rindu mengalir bagai amorita di cawan renjana. Pagi tiba, Kau datang, langkahmu seperti seorang pujangga mengucap syair cinta. Aku terhenyak dari lamunan. Seketika kusentuh jemari, lembut menyentuh celah tirta. Kau tak ada.

Perlahan, nada-nada menjelma genangan di dalam hatiku. Membasuh debu-debu pandang mataku. Aku tersadar sepanjang malam tadi, tengah kuhabiskan masa bertahun, mencari sunyi di gemuruh hidup. Kini aku mengerti, sunyi serupa nyanyian rahasia, yang kutemukan kala tunduk bersujud.

Kutadah tangan dalam kekosongan hingga Sang Pembesar Jiwa menyadarkan jalan kalbuku.

Ditulis oleh Rafael Yanuar (Mei 2010)