Kini aku entah mimpi apa namanya
Tersesat di dunia garis dan kata
Pawana Pagi, yang berhembus di ranah – ranah padang ilalang
Sambutlah mentari, bersinar laiknya tanda bahagia
Teduh nian, bukan
Ada getar dan detak di sana, di dinding angin itu
Detak yang tenang, tanpa riak menghanyutkan
Terang, seperti runut membangun
Pusara harapan dan cinta
Pawana Pagi – seusai pagi menyuguhkan hari
Kan kudekap lagi mimpi – mimpi
Pada jarak yang menghela masai
Pada musim yang mengais damai
Hingga puisi, turut menuliskan makna yang tak lagi sarat
: pada Jiwa
Rafael Yanuar (25 Februari 2010)
Kamis, 04 Maret 2010
Pawana Pagi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar